Skip to content

Sejarah beberapa Sistem Operasi

September 21, 2010

Microsoft dan Produk-Produk Sistem Operasinya

Xenix

Microsoft mulai memasuki bisnis sistem operasi pada tahun 1980 dengan produk DOS (Disk Operating System) yang bernama Xenix (turunan dari UNIX). Microsoft hanya menjual lisensi Xenix pada para OEM (tidak langsung pada end user). Pada tahun 1987, Microsoft mentransfer hak kepemilikan Xenix kepada perusahaan yang bernama SCO (Santa Cruz Operation).

MS-DOS

Pada Desember 1980, Microsoft membeli lisensi 86-DOS secara non-eksklusif dari Seattle Computer Products. Pada tahun 1982, Microsoft merilis sebuah versi dari 86-DOS dengan nama MS-DOS 1.0

Windows

Versi Awal

Pada tahun 1985, Microsoft merilis Windows 1.0 yang sebenarnya adalah ekstensi grafis dari MS-DOS. Shell yang digunakan dikenal dengan nama MS-DOS Executive. Program-program yang disediakan dalam Windows 1.0 a.l.: Calculator, Calendar, Cardfile, Clipboard viewer, Clock, Control Panel, Notepad, Paint, Reversi, Terminal, dan Write. Windows 1.0 tidak mendukung overlapping windows, melainkan windows disusun secara tile.

Windows 2.0 dirilis pada Oktober 1987 dengan beberapa perbaikan, a.l.: telah mendukung overlapping windows, keyboard shortcuts, dan juga dapat menggunakan expanded memory.

Windows 3.0 dan Windows 3.1

Windows 3.0 (1990) dan Windows 3.1 (1992) mengalami semakin banyak perbaikan, sebagian besar disebabkan karena adanya fitur virtual memory dan loadable virtual device drivers (VxD). Windows 3.1 juga telah memiliki fitur multi-tasking dan protected mode.

Windows 95, 98, dan Me

Windows 95 yang dirilis pada Agustus 1995, memberikan perubahan yang signifikan terhadap komponen antarmuka pengguna. Selain itu, Windows 95 juga mendukung nama file dengan panjang sampai dengan 255 karakter. Dari sisi dukungan perangkat keras, Windows 95 juga memiliki fitur plug and play.

Pada bulan Juni 1998, Microsoft kembali merilis versi Windows yang diberi nama Windows 98. Setahun berikutnya, tepatnya Mei 1999, Microsoft merilis edisi kedua dari Windows 98 yang diberi nama Windows 98 Second Edition (sering disingkat dengan Windows 98 SE).

Pada bulan September 2000, Microsoft kembali merilis versi baru dari Windows, yakni Windows Me (Me adalah singkatan dari Millenium Edition). Windows Me ini menggunakan core dari Windows 98 yang telah diperbarui, dan juga mengadopsi beberapa aspek dari Windows 2000. Selain itu pada Windows Me, Microsoft menghilangkan fitur “boot in DOS mode“, dan menambahkan fitur baru yakni System Restore.

Windows NT

Produk Windows yang berada dalam keluarga Windows NT, dibuat dan dipasarkan untuk penggunaan yang membutuhkan reliabilitas tinggi. Rilis pertamanya adalah Windows NT 3.1 pada tahun 1993, yang kemudian diikuti dengan Windows NT 3.5 (1994), NT 3.51 (1995), NT 4.0 (1996), dan Windows 2000 (2000).

Windows NT 4.0 adalah Windows NT pertama yang menggunakan user interface seperti yang terdapat pada Windows 95. Windows 2000 adalah Windows NT terakhir yang tidak membutuhkan Microsoft Product Activation.

Pada tahun 2001, Microsoft merilis Windows XP yang merupakan sistem operasi yang menggabungkan produk sistem operasi Windows untuk konsumer dan bisnis.

Windows Server 2003, dirilis pada tahun 2003, adalah sistem operasi Windows yang dikhususkan untuk server.

Di akhir tahun 2006, Microsoft merilis Windows Vista. Versi server dari Windows Vista yaitu Windows Server 2008 dirilis pada awal 2008.

Pada bulan Juli 2009, Microsoft merilis Windows 7 dan Windows Server 2008 R2 sebagai RTM (release to manufacturing). Pada tanggal 22 Oktober 2009 Windows 7 dirilis pada end user.

UNIX dan Sistem Operasi UNIX-like

UNIX adalah sistem operasi komputer yang mulai dikembangkan pada tahun 1969 oleh sekelompok ilmuwan AT&T yang berada di Bell Labs. Saat ini banyak sekali cabang-cabang pengembangan dari UNIX, baik yang dikembangkan sendiri oleh AT&T maupun oleh organisasi-organisasi lainnya.

Trademark UNIX itu sendiri, dimiliki oleh The Open Group (sebuah konsorsium standarisasi industri). Sistem yang diperbolehkan menggunakan trademark UNIX hanyalah sistem yang benar-benar compliant dengan Single Unix Specification. Sistem-sistem lain yang tidak sepenuhnya compliant dengan spesifikasi tersebut biasanya disebut sebagai “UNIX system-like” atau “UNIX-like”. Beberapa sistem operasi UNIX-like adalah Linux, BSD (dan turunannya), serta Mac OS.

Istilah “traditional UNIX” sering digunakan untuk menyebutkan UNIX atau sistem operasi lainnya yang memiliki karakteristik serupa dengan UNIX Version 7 atau UNIX System V.

BSD

BSD (Berkeley Software Distribution) adalah salah satu cabang pengembangan dari UNIX yang mulai dikembangkan pada tahun 1977 dengan nama 1BSD. 1BSD tersebut sebenarnya hanyalah add-on untuk Sixth Edition UNIX (1BSD bukan sistem operasi yang berdiri sendiri). Pada tahun 1978 dirilis 2BSD (masih sebagai add-on). Akhirnya pada tahun 1983 dirilis 2.9BSD yang merupakan full OS (modifikasi dari Version 7 UNIX). Versi-versi BSD berikutnya adalah 3BSD (1979), 4BSD (1980), 4.1BSD (1981), 4.2BSD (1983), 4.3BSD (1986), 4.4BSD (1994).

4.4BSD dirilis dalam dua edisi yaitu:

  • 4.4BSD-Lite yang dapat didistribusikan secara bebas
  • 4.4BSD-Encumbered yang hanya diperuntukkan bagi pemegang lisensi AT&T

Pada tahun 1995 pengembangan BSD dihentikan dengan rilis terakhirnya adalah 4.4BSD-Lite Release 2. Sejak saat itu banyak varian dari 4.4BSD mulai dikembangkan diantaranya FreeBSD, NetBSD, OpenBSD, dan DragonFly BSD.

Sebagai dampak dari luwesnya lisensi BSD, banyak sistem operasi lain (baik yang free maupun propietary) menggunakan source code yang ada pada BSD. Sebagai contoh:

  • Microsoft Windows menggunakan turunan dari kode BSD untuk mengimplementasikan TCP/IP, dan menggunakan hasil kompilasi ulang dari command-line networking tools yang ada pada BSD;
  • Darwin, sistem yang digunakan dalam Mac OS, adalah turunan dari 4.4BSD-Lite2 dan FreeBSD;
  • Beberapa sistem operasi UNIX komersil juga banyak menggunakan kode-kode BSD (contohnya: Solaris).

GNU

GNU adalah sistem operasi Unix-like yang mulai dikembangkan oleh GNU Project pada tahun 1984. Tujuan dari GNU adalah mengembangkan sistem operasi yang kompatibel dengan UNIX dengan hanya menggunakan perangkat lunak free. Pada saat itu masih belum banyak ditemukan free software, namun GNU pada saat itu telah mengintegrasikan komponen-komponen:

  • X Window System sebagai graphical display;
  • TeX sebagai typesetting system;
  • Mach sebagai microkernel.

Sampai saat ini masih belum ada versi stabil dari GNU. Rilis terakhir dari GNU adalah alpha release GNU 0.2 pada tahun 2004 yang menggunakan GNU Hurd sebagai kernelnya. Beberapa varian dari GNU adalah:

  • GNU/Linux, GNU dengan Linux sebagai kernelnya;
  • Nexenta, GNU dengan kernel dari OpenSolaris;
  • GNU-Darwin;
  • GNU/kFreeBSD;
  • GNU/NetBSD.

GNU/Linux

Pada tahun 1992, saat Linux kernel mulai layak untuk digunakan dan telah beralih ke free software license, maka Linux menjadi kernel yang sering digunakan sebagai pasangan dari perangkat lunak GNU. Pasangan antara Linux dan GNU Software inilah yang disebut sebagai sistem operasi GNU/Linux atau seringkali disebut sebagai Linux.

Linux Kernel

Linux kernel 1.0 dirilis pada tahun 1994, kernel ini hanya mendukung i386 single-processor. Versi 2.0 dirilis pada tahun 1996 dengan fitur utama adalah SMP (support for multiple processor), dan juga mendukung berbagai tipe prosesor lainnya.

Versi 2.2 dirilis pada tahun 1999, dengan fitur:

  • global spinlock dihilangkan;
  • perbaikan fitur SMP;
  • dukungan untuk arsitektur m68k dan PowerPC;
  • filesystem baru (termasuk dukungan terhadap NTFS dalam mode read-only).

Versi 2.4 dirilis pada tahun 2001, dengan fitur:

  • dukungan terhadap ISA Plug And Play;
  • USB dan PC Cards;
  • dukungan untuk prosesor PA-RISC;
  • Versi 2.4.x berikutnya menambahkan beberapa fitur yaitu dukungan terhadap Bluetooth, Logical Volume Manager (LVM), RAID, InterMezzo dan Ext3.

Versi 2.6 dirilis pada tahun 2003 dan merupakan major release yang masih aktif sampai sekarang.

Distro Linux

Banyak organisasi-organisasi yang mendistribusikan GNU/Linux beserta perangkat lunak pendukungnya, orang Indonesia menyebutnya dengan “distro Linux”. Beberapa distro Linux terkenal a.l.:

  • Arch Linux (2002), a distribution based on the KISS principle with a rolling release system
  • CentOS (2004), a distribution derived from the same sources used by Red Hat, maintained by a dedicated volunteer community of developers with both 100% Red Hat-compatible versions and an upgraded version that is not always 100% upstream compatible
  • Debian (1993), a non-commercial distribution maintained by a volunteer developer community with a strong commitment to free software principles
  • Fedora (2003), a community distribution sponsored by Red Hat
  • Gentoo (1999 dengan nama Enoch, berubah nama menjadi Gentoo pada tahun 2002), a distribution targeted at power users, known for its FreeBSD Ports-like automated system for compiling applications from source code
  • Knoppix (2000), the first Live CD distribution to run completely from removable media without installation to a hard disk, derived from Debian
  • Kubuntu (2005), the KDE version of Ubuntu.
  • Linux Mint (2006), a distribution based on and compatible with Ubuntu.
  • Mandriva (1998), a Red Hat derivative popular in France and Brazil, today maintained by the French company of the same name.
  • openSUSE (2004), a community distribution mainly sponsored by Novell.
  • Oracle Enterprise Linux (2006), which is a derivative of Red Hat Enterprise Linux, maintained and commercially supported by Oracle.
  • Pardus (2005), Turkey’s national operating system developed by TÜBİTAK/UEKAE.
  • PCLinuxOS (2003), a derivative of Mandriva, grew from a group of packages into a community-spawned desktop distribution.
  • Red Hat Enterprise Linux (2003), which is a derivative of Fedora, maintained and commercially supported by Red Hat.
  • Sabayon Linux (2006), Gentoo Based Distribution, aiming at working Out of the box.
  • SimplyMEPIS (2003), a Debian-based distribution intended for easy desktop use and strong support.
  • Slackware (1993), one of the first Linux distributions, founded in 1993, and since then actively maintained by Patrick J. Volkerding.
  • SUSE Linux Enterprise (2001), derived from openSUSE, maintained and commercially supported by Novell.
  • Ubuntu (2004), a popular desktop and server distribution derived from Debian, maintained by Canonical Ltd..
  • Xubuntu (2005), is the Xfce version of the popular desktop distro Ubuntu. Commonly used by Linux users that wish to have the function of a bigger distro such as Ubuntu or openSuse with the speed of a smaller distro.

Mac OS

Mac OS adalah sistem operasi berbasis grafis yang trademarknya dimiliki oleh Apple. Versi awal dari Mac OS yang sering disebut sebagai Classic Mac OS (1984 – 2001) hanya kompatibel dengan Macintosh yang berbasis Motorola 6800. Saat Apple mulai memproduksi komputer berbasis PowerPC, Mac OS pun diperbarui untuk dapat mendukung arsitektur tersebut. Mac OS 8.1 adalah versi Mac OS terakhir yang dapat berjalan pada Motorola 6800.

Mac OS X (2001) yang menggantikan Classic Mac OS, pada versi 10.5 (Leopard) kompatibel dengan PowerPC dan prosesor Intel. Namun untuk versi 10.6 (Snow Leopard) hanya mendukung prosesor Intel saja.

Ulasan

Setiap sistem operasi, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Bagi saya, sebagai user, yang paling penting adalah kebebasan, kebebasan untuk memilih berdasarkan apa yang kita butuhkan dan apa yang kita miliki. Berikut adalah ulasan tentang beberapa sistem operasi yang saya ketahui.

Windows

Windows dan aplikasi-aplikasinya adalah perangkat lunak yang menurut saya adalah paling populer karena paling banyak dibajak di Indonesia.

Kelebihan

  • Mudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari;
  • Dukungan terhadap berbagai jenis perangkat keras;
  • Aplikasi perkantoran yang bagus (Microsoft Office);
  • Developer game PC masih lebih banyak menghasilkan produk game untuk Windows;
  • Layanan konsumen yang bagus.

Kekurangan

  • Berbayar;
  • Developer virus (jika mereka suka disebut sebagai developer :)) masih lebih terfokus untuk mengembangkan virus yang berjalan di Windows;
  • Bagi saya, secara default, Windows adalah sistem operasi yang tidak aman digunakan sebagai sistem operasi multi user;
  • Dukungan yang buruk terhadap CLI (Command Line Interface) dan shell scripting. Kekurangan ini adalah kekurangan yang paling tidak saya sukai karena sangat berpengaruh pada produktifitas saya. Karena dengan CLI dan shell scripting (seperti yang terdapat pada sistem operasi Unix-like), saya bisa menggabungkan sekaligus memodifikasi beberapa aktifitas, bahkan mengotomatisasikan pengeksekusiannya.

GNU/Linux

Sejak dirilisnya Ubuntu dan semakin ketatnya penegakan hukum di bidang IT, berdasarkan pengamatan saya, pengguna GNU/Linux dan berbagai perangkat lunak free di Indonesia sudah semakin banyak. Berbicara tentang kelebihan dan kekurangan dari GNU/Linux sangat bergantung pada distro Linux yang digunakan, oleh karena itu ulasan di sini adalah ulasan umum yang tidak bergantung secara spesifik pada suatu distro.

Kelebihan

  • Dukungan terhadap perangkat keras yang sudah semakin bagus, hal ini juga dipengaruhi oleh kontribusi dari vendor-vendor perangkat keras yang mulai melirik kompatibilitas dengan Linux;
  • Belum ada virus (semoga saja tidak ada);
  • Secara default, berbagai distro Linux lebih mengutamakan keamanan;
  • Semakin mudah digunakan, berbagai distro Linux sudah mulai memisahkan antara distro yang khusus untuk server dengan distro yang khusus untuk desktop. Bahkan distro yang spesifik untuk aktifitas tertentu juga sudah mulai dikembangkan.
  • Banyak pilihan, dengan banyaknya distro Linux pengguna semakin mudah (atau malah semakin bingung?) memilih distro Linux yang cocok untuk dirinya.
  • Distro Linux tidak hanya mendistribusikan sistem operasi saja, tetapi juga dengan berbagai aplikasi-aplikasi pendukungnya yang telah dijaga kompatibilitasnya.
  • Sebagian besar distro gratis;
  • Bebas untuk dimodifikasi dan didistribusikan (tetapi jangan lupa perhatikan dengan benar jenis lisensinya);
  • dll;

Kekurangan

  • Tidak ada layanan konsumen kecuali untuk distro-distro berbayar;
  • Gratis, kadangkala sesuatu yang bisa didapatkan tanpa pengorbanan akan lebih mudah untuk dibuang.

Mac OS

Saya tidak banyak mengetahui tentang Mac OS, karena belum pernah membeli lisensinya. Namun dari beberapa buku dan sumber di internet mengatakan bahwa:

  • Desain user interface terbaik adalah yang ada pada Mac OS X;
  • Dukungan multimedia yang sangat bagus;
  • Berbagai aplikasinya mempunyai kualitas yang sangat bagus baik dari sisi user interface maupun fungsinya.

Yang Saya Gunakan

Untuk bermain game dan meng-update anti virus ;) saya menggunakan Windows Vista (aseli bukan bajakan). Untuk aktifitas lainnya, saya menggunakan Arch Linux. Beberapa aplikasi yang sering saya gunakan di Arch Linux adalah:

  • LyX dan LateX untuk membuat surat, makalah, presentasi, dan lain sebagainya (saya menghindari penggunaan OpenOffice);
  • SQLite untuk spreadsheet (walau kadang tidak relevan);
  • Chromiun dan Firefox sebagai browser internet;
  • Geany sebagai code editor;
  • mocp untuk memutar musik;
  • mplayer dan smplayer untuk memutar film;
  • dll.

Referensi

From → Sistem Operasi

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: